Blogroll

Locate : Banda Aceh

Profil

Sabtu, 21 September 2013

KKN Kelompok 9 dan Tujuan KKN



 Kami adalah kelompok 9 KKN Tematik kebencanaan Usyiah Periode 2013, KKN tematik ini dilaksanakan sebagai bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dan juga pasca musibah Gempa di Bener Meriah dan Takengon. Masa penugasan kkn ini yakni selama 1 bulan (30 hari). Pada tanggal 14 Agustus 2013 berangkat melakukan tugas kkn. Target lokasi kelompok 9 adalah Kampung Tawarmiko, kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah.  Peserta KKN di Gampong Tawarmiko berjumlah 11 orang yang terdiri dari 6 putra dan 5 putri. Berikut nama-nama KKN Kelompok 9:


Nama                                          NIM                         Fakultas/Jurusan

Rustam Effendi                          1001101020045           Ekonomi Pembangunan  
Eliva Nurmala                            1001101010044           Ekonomi Pembangunan  
Kamal Fachrurrozi                   1001101010052           Ekonomi Pembangunan 
Nidaul Fitri                                 1001101020013           Ekonomi Pembangunan 
Rijal Irfandi                                1003101020176            Ilmu Hukum         
Hetti Nurmalasari                    1003101020087           Ilmu Hukum
Muhammad Rachmawan        1003101010175            Ilmu Hukum         
Teuku Muhammad Iqbal         1003101010286           Ilmu Hukum         
Yulia Fadlika                               1006103050020           FKIP Biologi          
Wasi Satria Sari                       1006103050022           FKIP Biologi          
Zidni Al-Firdausyi                    1005104010070            Pertanian Perternakan



KKN Kelompok 9 Tawar Miko


Maksud dan Tujuan
            Pembangunan tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat termasuk perguruan tinggi. Oleh karena itu perguruan tinggi perlu secara terstruktur merencanakan keikutsertaannya dalam pembangunan dengan memperhatikan:
a) Perguruan tinggi harus merupakan bagian integral dari usaha-usaha pembangunan baik nasional maupun regional.
b) Perguruan tinggi harus berperan sebagai penghubung antara IPTEK dan kebutuhan masyarakat.
c) Perguruan tinggi harus melaksanakan pendidikan berdasarkan pola pemikiran analitis yang berorientasi kepada solusi permasalahan di masyarakat di masa depan.

            Perguruan tinggi diharapkan juga dapat memanfaatkan umpan balik dari masyarakat untuk perbaikan proses pendidikan dalam rangka pengembangan seluruh kemampuan serta kepribadian civitas akademikanya.
            Salah satu wujud keterlibatan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dalam pembangunan adalah melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Unsyiah telah melaksanakan KKN sejak tahun 1973, namun dengan status yang berubah-ubah:
          Tahun 1973 s/d 1974, status sukarela
          Tahun 1975 s/d 1976, status wajib selektif
          Tahun 1977 s/d 1979, status intra kurikuler
          Tahun 1980 s/d 2000, status intrakurikuler wajib, dengan bobot 4 SKS

Berdasarkan keputusan Rapat Kerja Senat Unsyiah tanggal 7 s/d 10 Februari 1977,bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) masuk kedalam Kurikulum Universitas. Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 3762/II/1977 tanggal 15 Oktober 1978, dan sesuai dengan keputusan Rapat Badan Pekerja Senat Unsyiah tanggal 18 Oktober 1978, mewajibkan kepada seluruh fakultas dalam lingkungan Unsyiah untuk mengikutinya. Dengan demikian maka mulai tahun ajaran 1978/1979, KKN Unsyiah  berstatus Intra Kurikuler Wajib
Namun dalam kurun waktu 2001-2008 kegiatan KKN tidak dapat dilaksanakan sehubungan dengan kondisi dan situasi daerah yang tidak kondusif. Setelah mencermati kondisi lulusan, memperhatikan tuntutan pemerintah dan mempelajari beberapa hasil kajian, maka Senat Unsyiah melalui rekomendasi Komisi B Nomor 02/Komisi-B/2009 tanggal 5 Maret 2009 merekomendasikan pengaktifan kembali pelaksanaan KKN di Unsyiah (Lampiran 1), dan ditindaklanjuti dengan Keputusan Rektor   Nomor   941   Tahun   2011   tentang   Kuliah   Kerja   Nyata   (KKN)   bagi   mahasiswa Unsyiah   Program   Sarjana   (Lampiran   2).
Selain   ingin   meningkatkan   peran   serta   dalam   pembangunan   Aceh,   KKN   di   Unsyiah juga ingin     menumbuhkembangkan     kecerdasan     interpersonal     mahasiswa     dan mengembangkan   kompetensi   how   to   live   together.   Penyelenggaraan   kembali   KKN Unsyiah   difokuskan   pada:
a)   Peningkatan    kegiatan    untuk    menanggulangi    masalah-­masalah    yang    dihadapi masyarakat   guna   mencapai   perbaikan   disegala   bidang,   khususnya   di   Provinsi Aceh.
b)   Menggiatkan    program-program    pengabdian    kepada    masyarakat    di    gampong-
                gampong   sehingga   civitas   akademika   mendapat   kesempatan   untuk   berpartisipasi
                sesuai   dengan   aspirasi   yang   berkembang   dikalangan   akademis.
c)   Peningkatan   kemampuan   praktis   mahasiswa   dalam   mengimplementasikan   teori yang   diperoleh   di   bangku   kuliah   kepada   masyarakat.
Kawasan   gampong   dan   masyarakatnya   merupakan   basis   dari   pembangunan   suatu  daerah.    Salah    satu    ciri    dari    keberhasilan    pembangunan    akan    dicerminkan    oleh
kemajuan   gampong.   Dengan   demikian   untuk   mencapai   tujuan   pembangunan   suatu
daerah,   kemajuan   kawasan   gampong   harus   diwujudkan.   Keterbatasan   kemampuan
ekonomi   dan   pengelolaan   potensi   sumber   daya,   kebutuhan   terhadap   teknologi   tepat
guna     untuk     berproduksi,     kurangnya     tenaga     yang     terdidik,     rendahnya     jiwa
kewirausahaan     merupakan     contoh     keterbatasan     masyarakat     gampong     pada
umumnya.   Kehadiran   mahasiswa   didiharapkan   dapat   mengidentifikasi   keterbatasan
masyarakat      tersebut,      untuk      selanjutnya      menciptakan      kegiatan      untuk
menanggulanginya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar